BIOSFER
A. Pengertian
Biosfer
B. Persebaran Flora dan Fauna di Permukaan Bumi
C. Jenis Fauna di Dunia dan Persebarannya
D. Persebaran Flora di Indonesia
Istilah biosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata bio
yang artinya hidup dan sphere artinya lapisan (bulatan). Jadi, secara sederhana
biosfer dapat diartikan sebagai lapisan tempat makhluk hidup. Makhluk hidup
(organisme) yang ada di permukaan bumi terdiri atas tiga golongan, yaitu
tumbuhan (flora/vegetasi), hewan (fauna), dan manusia (antropo). Tempat atau
bagian dari permukaan bumi yang dapat mendukung kelangsungan hidup organisme
dinamakan biosfer. Biosfer di permukaan bumi meliputi lapisan udara (atmosfer)
sampai ketinggian 8–10 m dpl, lapisan air (hidrosfer) sampai kedalaman
sekitar 200 meter, maupun pada litosfer sampai kedalaman beberapa meter di
bawah tanah organisme masih dapat ditemukan
Pada biosfer hidup berbagai jenis organisme,kehidupan organisme dipengaruhi oleh beberapa faktor.antara lain
topografi,iklim,tanah,dan lingkungan. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa
ada tumbuhan dan hewan disekitarnya. Selain itu,makhluk hidup memerlukan cahaya
air,udara,tanah,dan kondisi iklim tertentu untuk keperluan hidupnya. Kumpulan
benda mati (abiotik) dan organisme hidup (biotik) yang berada bersama-sama pada
suatu tempat serta saling berinteraksi antara satu dan lainnya membentuk satu
kesatuan yang disebut ekosistem.
Kumpulan individu sejenis yang
hidup bersama dalam suatu kawasan disebut populasi.sedangkan kumpulan populasi
dalam suatu wilayah disebut komunitas. Persebaran flora dan fauna dipermukaan
bumi dipengaruhi beberapa faktor.antara lain iklim (klimatis): tanah,ketinggian
tempat dan bentuk lahan,serta makhluk hidup lainnya.
1. Pengertian Flora dan Fauna
Flora
adalah dunia tumbuhan yang terdapat dimuka bumi baik tumbuhan besar seperti
pohon,semak belukar,dan rumput maupun mikroflora,seperti jamur. Fauna adalah
dunia hewan atau binatang yang hidup
dimuka bumi, baik darat maupun laut.
a.
Jenis
dan Persebaran Flora dan Fauna di Dunia
Persebaran flora di
dunia dapat diketahui berdasarkan ekosistem. Ekosistem daratan utama
dipermukaan secara horizontal (dari ekuator ke kutub) berdasarkan kondisi iklim
dibedakan menjadi empat macam yaitu ekosistem tropika,ekosistem daerah
sedang,ekosistem taiga,dan ekosistem tundra.
1)
Ekosistem
tropika
Ekosistem tropika
memiliki tiga tipe, yaitu hutan hujan tropis,hutan musim,dan sabana tropika
a)
Hutan
Hujan Tropis (Tropical Rain Forest)
Suatu daerah yang
terletak pada lintang 23,5° LU–23,5° LS. Jenis hutan ini dicirikan dengan
pohon-pohon yang tinggi dan rapat serta selalu hijau sepanjang tahun. Pada bagian
bawahnya, tumbuh pohon-pohon yang lebih rendah dan di bagian paling bawah
ditumbuhi semak, perdu, serta vegetasi penutup sehingga sinar matahari hampir
tidak dapat menembus sampai ke permukaan tanah. Ciri lain dari hutan ini antara
lain ditumbuhi beragam jenis epifit. Misalnya, cendawan, lumut, dan berbagai
jenis anggrek, serta yang heterogen (lebih dari 300 spesies). Pohon-pohon di
hutan ini tinggi dan berdaun lebar sehingga mengakibat kan terbentuknya kanopi
(tajuk) yang menyebabkan dasar hutan menjadi lembap dan gelap. Contoh vegetasi
di daerah hutan hujan tropis antara lain meranti dan damar.
Wilayah
penyebaran hutan hujan tropis meliputi wilayh Amerika Selata (Lembah Amazon),
Semenanjung Amerika Tengah, Afrika bagian tengah, Maagaskar, Indonesia,
Malaysia, Brunei Darussalam, dan daerah – daerah di Asia Tenggara lainnya.
b) Hutan Musim di Daerah Iklim Tropis
Adalah
hutan yang memiliki pola musim hujan dan kemarau yang jelas. Ciri khas dari
hutan ini antara lain terdiri atas satu atau dua spesies pohon berkayu dengan
ketinggian sekitar 25 meter. Pohon tersebut cenderung meng gugurkan daunnya
pada musim kemarau, yaitu pada saat curah hujannya kurang dari 60 mm/tahun atau
sama sekali tidak mendapatkan curah hujan.
Gugur
atau rontoknya daun-daunan tumbuhan di hutan ini merupakan bentuk adaptasi
fisiologis untuk mengurangi tingkat penguapan. Akibatnya, sinar matahari dapat
mencapai bagian dasar dari hutan musim di daerah tropis ini sehingga di bagian
dasar hutan ini tumbuh dengan subur dan lebat berbagai vegetasi semak belukar
dan rumput-rumputan. Contoh dari vegetasi hutan musim di daerah tropis adalah
jati.Wilayah penyebaran jenis hutan musim di daerah tropis, antara lain di
sebagian wilayah Indonesia, Thailand, Kamboja, dan Myanmar.
c) Sabana Tropika
Sabana merupakan suatu wilayah vegetasi di daerah
tropis atau subtropis yang terdiri atas pohon-pohon yang tumbuh dengan jarang
dan diselingi oleh semak belukar serta rumput-rumputan. Jenis pohon yang
terdapat di daerah sabana Australia terutama ekaliptus, sedangkan di daerah
Kenya, Afrika terutama baobab (adansonia digitata) yang memiliki ciri antara
lain daun dan cabang membentuk tajuk yang berbentuk seperti payung yang
melebar, batangnya tebal, dan relatif kasar. Vegetasi yang tumbuh dengan jarang
disebabkan oleh kondisi bulan kering yang lebih lama jika dibandingkan bulan
basah dan rendahnya curah hujan di daerah tersebut. Wilayah penyebaran sabana
terutama di Australia, Afrika Timur, Brazilia, dan Indonesia terutama di Kepulauan
Nusa Tenggara.
2)
Ekosistem
Daerah Iklim Sedang
Ekosistem
ini terdiri atas beberapa tipe, yaitu semak belukar berduri,gurun pasir,padang
rumput,hutan hujan daerah sedang, dan hutan gugur daun.
a)
Semak
Belukar Berduri
Ekosistem
semak belukar berduri ditandai dengan vegetasi berduri sejenis Xerophyt.
Vegetasi ini berdaun kecil untuk mengurangi transpirasi.
b) Gurun (Desert)
Ekosistem
gurun pasir tedapat di wilayah yang curah hujannya lebih sedikit daripada
evaporasi. Pada umumnya, ekosistem ini terletak pada ketinggian 200-300 m,bik
di lintang utara maupun lintang selatan.
c) Padang Rumput
Vegetasi
padang rumput di dominasi oleh rumput-rumputan. Di Amerika Utara padang rumput
ini disebut prairi.di Asia disebut steppe, di Amerik Selatan dinamakan pampas,
dan di Afrika Selatan dinamakan veldt.
d) Hutan Hujan Daerah Sedang
Hutan
ini tampak selalu hijau dengan pohon-pohonya tidak begitu tinggi, daunya lebih
keras dan kaku,serta tidak begitu rimbun. Vegetasi yang tumbuh, antara lain
agathis dan konifera. Persebarannya antara lain di bagian selatan Amerika
Serikat, Jepang Selatan,dan Korea yang berdekatan, daratan Cina,bagian selatan
Afrika,Selandia Baru,serta Australia.
e) Hutan Gugur Daun
Hutan
gugur daun terletak di daerah beriklim kontinental yang cukup hujan. Sebagian
besar vegetasi menggugurkan daunnya pada akhir musim panas.
3) Ekosistem Taiga
Taiga merupakan
wilayah yang sangat minim akan jenis tumbuhan. Dalam ribuan hektar mungkin
hanya terdiri atas dua atau tiga jenis saja, antara lain pinus merkusi dan
cemara. Persebaranya antara lain Eropa-Asia dn Amerik Utara.
4) Ekosistem Tundra
Ekosistem tundra berada
di wilayah arktik yang dingin dan kering, vegetasi utama yaitu lumut yang
tumbuh dimusim panas
Fauna atau hewan yang ada di permukaan bumi
penyebarannya di pengaruhi oleh keadaan lingkungan hidup yang sesuai untuk
tempat hidupnya. Jika suatu kelompok fauna sudah tidak sesuai lagi untuk
menempati suatu daerah tertentu, kelompok fauna tersebut akan melaku
kan migrasi atau perpindahan ke daerah lain.
Secara
garis besar, daerah persebaran fauna di dunia dapat diklasifikasikan menjadi
delapan wilayah persebaran, yaitu sebagai berikut:
a. Fauna Paleartik
Daerah persebarannya meliputi wilayah
Siberia, Rusia, sebagian besar Benua Eropa, daerah sekitar Laut Mediterania
sampai Afrika bagian utara, Cina, dan Asia bagian timur laut termasuk Jepang.
Jenis fauna yang termasuk wilayah Paleartik antara lain berbagai spesies
anjing, termasuk srigala, tikus, kelinci, beruang kutub, panda, dan rusa kutub.
b. Fauna Neartik
Daerah persebarannya meliputi Amerika Utara
sampai dengan Meksiko. Jenis faunanya antara lain antelop bertanduk cabang,
tikus ber kantung, kalkun, berbagai jenis spesies burung, anjing, kelinci,
ular, kura-kura, dan tupai.
c. Fauna Neotropik
Daerah persebarannya meliputi Amerika
Selatan, Amerika Tengah, Meksiko bagian selatan, dan India bagian barat. Jenis
Fauna Neotropik antara lain armadillo, piranha, belut listrik, ilama (unta
Amerika Selatan), buaya, kadal, kura-kura, dan berbagai jenis spesies kera.
Fauna di wilayah Neotropik sebagian besar terdiri atas vertebrata (bertulang
belakang) sehingga daerah ini seringkali disebut wilayah vertebrata.
d.
Fauna
Ethiopia
Daerah persebarannya meliputi sebagian besar
Afrika, Jazirah Arab bagian selatan, dan Madagaskar. Jenis Fauna Ethiopia
antara lain kuda nil (yang terdapat hanya di Sungai Nil, Afrika), gorila,
simpanse, unta, trenggiling, lemur, zebra, cheetah, singa, dan zarafah.
e. Fauna Oriental
Daerah persebarannya meliputi Asia Selatan
dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Jenis Fauna Oriental antara lain gajah,
badak, orangutan, gibbon, harimau, rusa, banteng, berbagai jenis unggas, ikan,
reptil, dan serangga.
f. Fauna Australia
Daerah persebarannya meliputi Papua,
Kepulauan Aru, Australia, dan Tasmania. Jenis faunanya antara lain kanguru,
platypus (cocor bebek), kuskus, koala, wallaby, cendrawasih, kasuari, ular
piton, buaya, kadal, kakatua, dan merpati.
D. Persebaran Flora di Indonesia
a.
Flora
Indonesia
Indonesia merupakan suatu negara berbentuk
kepulauan yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan sebagian besar
wilayahnya berupa lautan. Kondisi wilayah yang berbentuk pulau-pulau dan
dikelilingi oleh laut mengakibatkan keadaan flora di Indonesia menjadi sangat
beragam. Keadaan flora di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua subregion,
yaitu subregion Indonesia-Malaysia di wilayah Indonesia Barat dan subregion
Australia di wilayah Indonesia Timur. Secara garis besar, flora Indonesia
terdiri atas empat kawasan flora, yaitu Flora Sumatra-Kalimantan, Flora
JawaBali,Flora Kepulauan Wallacea, dan FloraIrian Jaya(Papua).Jenis-jenis
vegetasi yang tersebar di empat kawasan flora tersebut terdiri atas vegetasi
hutan hujan tropis, hutan musim, hutan pe gunungan, sabana tropis, dan hutan
pinggiran atau hutan bakau (mangrove).
b. Flora Sumatra–Kalimantan
Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan
merupakan wilayah iklim hutan hujan tropis atau tipe Af berdasarkan klasifikasi
Iklim Koppen. Iklim di wilayah ini dicirikan dengan adanya tingkat kelembapan
udara dan curah hujan yang selalu tinggi sepanjang tahun. Oleh karena itu, tipe
vegetasi yang mendominasi wilayah ini ialah hutan hujan tropis, yaitu tipe
hutan lebat dengan jenis tumbuhan yang sangat heterogen. Pohon – pohonnyatinggi
dan sangat rapat, di bawahnya ditumbuhi berbagai jenistumbuhan yang lebih
rendahdan tanahnya ditumbuhi perdudanrumput-rumputan sebagai penutup. Beberapa
jenis flora khas daerah Sumatra-Kalimantan adalah tumbuhan meranti
(dipterocarpus), berbagai jenis epifit, seperti anggrek, berbagai jenis lumut,
cendawan (jamur), dan paku-pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka,
seperti Rafflesia arnoldi yang penyebarannya hanya di
sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dari mulai Nanggroe Aceh Darussalam sampai
Lampung. Raflesia arnoldi adalah flora yang tersebar di pulau Sumatra –
Kalimantan.
c. Flora Jawa–Bali
Kondisi iklim kawasan Pulau Jawa sangat
bervariasi dengan tingkat curah hujan dan kelembapan udara semakin berkurang ke
arah timudan Iklim Musim Tropis (Am). Semakin ke timur, tipe iklim bergeser ke
arah tipe iklim yang lebih rendah curah hujannya. Akhirnya ditemui beberapa
wilayah Iklim Sabana Tropik (Aw) di Pulau Bali. Keadaan ini membawa pengaruh
terhadap pola vegetasi alam yang ada.Kawasan hutan hujan tropis di wilayah ini
sebagian besar terdapat di Jawa Barat, seperti di Gede-Pangrango, Cibodas, dan
Pananjung. Adapun wilayah utara Pulau Jawa yang memanjang mulai dari Jawa Barat
bagian utara, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur merupakan kawasan hutan musim
tropis yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Jenis flora
khas hutan musim tropis antara lain pohon jati.
Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa bagian timur dan Pulau Bali
adalah vegetasi sabana tropis. Wilayah-wilayah pegunungan yang cukup tinggi di
Pulau Jawa maupun di Pulau Bali banyak ditutupi oleh vegetasi hutan pegunungan
tinggi.
d. Flora Kepulauan Wallacea
Wilayah Kepulauan Wallacea adalah pulau-pulau
di wilayah Indonesia bagian tengah yang terdiri atas Pulau Sulawesi, Kepulauan
Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku. Wilayah-wilayah ini memiliki
sifat iklim yang lebih kering dan kelembapan udara yang lebih rendah di
bandingkan dengan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Ekaliptus merupakan flora
khas dari Papua (Irian Jaya).
Corak vegetasi yang terdapat di Kepulauan
Wallacea meliputi:
1) vegetasi
sabana tropis di wilayah Nusa Tenggara;
2) vegetasi
hutan pegunungan di wilayah pegunungan yang terletak di Pulau Sulawesi;
3)
vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku,
yang terdiri atas berbagai jenis
rempah-rempah (pala, cengkih, kayu manis), kenari, kayu eboni, dan lontar
sebagai tanaman khas di daerah ini.
e.
Flora
Papua (Irian Jaya)
Kondisi iklim Papua (Irian Jaya) sebagian
besar merupakan tipe hutan hujan tropis atau Af sehingga jenis vegetasi yang
menutupi kawasan tersebut adalah hutan hujan tropis. Berbeda dengan wilayah
Indonesia bagian barat, vegetasi di wilayah ini memiliki corak hutan hujan
tropis tipe Australia Utara, dengan jenis flora yang khas yaitu ekaliptus. Wilayah
pegunungan Jaya Wijaya ditumbuhi jenis vegetasi pegunungan tinggi, sedangkan di
daerah pantai banyak dijumpai vegetasi hutan bakau (mangrove)
E. Hutan di Indonesia
Jenis
hutan dibedakan menurut fungsinya,jenis pohonnnya,dan cra terjadinya.
a.
Menurut Fungsinya
Menurut fungsinya,hutan dibedakan menjadi empat
jenis,yaitu hutan lindung,hutan suaka alam,hutan produksi,dan hutan wisata dan
air.
1)
Hutan lindung berfungsi untuk melindungi
keletarian tanah dan air. Jika hutan lindung ditebang,tanah ditempat itu mudah
tererosi dan air hujan yang meresap kedalam tanah sangat sedikit. Akibatnya,
mata air akan kering dan permukaan air tanah menjadi lebih dalam.
2)
Hutan suaka alam berfungsi untuk
melindungi jenis tumbuhan dan ekosistem tertentu (disebut cagar alam) dan hewan
tertentu (disebut suaka margasatwa)
3)
Hutan produksi berfungsi untuk diambil
hasilnya
4)
Hutan wisata bermanfaat untuk tempat
rekreasi
b.
Menurut Jenis pohonnya
Menurut jenis pohonnnya,hutan dibedakan dibedakan
menjadi dua yaitu hutan homogen dan hutan heterogen.
1)
Hutan homogen adalah hutan yang memiliki
tanaman sejenis misalnya hutan jati,hutan cemara,dan hutan pinus.
2)
Hutan heterogen adalah hutan yang jenis
tanamannya bervariasi
c.
Menurut Cara Terjadinya
Menurut
cara terjadinya,hutan dibedakan menjadi dua jenis,yaitu hutan alami dan hutan
buatan.
1)
Hutan alami adalah
hutan yang terjadi secara alami
2)
Hutan buatan adalah
hutan yang di buat oleh manusia
1. Hutan Mangrove,
terletak di daerah pantai landai dan berlumpur yang berada dalamjangkauan
pasang surut air laut. Vegetasi hutan mangrove terdiri atas jenis vegetasi
homogen, serta memiliki akar penyangga dan napas yang terletak di atas
permukaan laut (abrasi) dan untuk
perkembangbiakan ikan, antara lain bandeng dan berbagai jenis udang. Hutan
bakau (mangrove) tersebar di Pantai Papua, Sumatra bagian timur, Kalimantan
Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan pantai utara Pulau Jawa.
2. Hutan Rawa, terletak lebih
jauh ke daratan daripada hutan Bakau. Hutan ini banyak terdapat di Sumatra
bagian timur, Kalimantan Barat,Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jawa
bagian utara.
3. Hutan musim,
terdapat di daerah ang panas, serta memiliki Perbedaan musim hujan dan kemarau
yang jelas.Jenis pohonnya, seperti jati, kapuk dan angsana. Hutan ini
terdapat di Jawa Barat, Jawa Timur, dan
Nusa Tenggara.
4.
Hutan hujan tropis,
jenis huta ini terdiri atas pohon – pohon yang tinggi dengan kerapatan daun
daun yang sangat rapat membentuk kanopi lebaryang selalu hijau sepanjang tahun,
dan terdiri atas berbagai jenis vegetasi yang sangat heterogen. Di dalamnya
tumbuh jenis tanaman epifit, seperti anggrek dan cendawan, serta tumbuhan
merambat, seperti rotan dan liana. Jenis hutan hujan tropis di Indonesia
terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, sebagian Jawa Barat, dan
Papua.
5. Sabana (Savana),
yaitu padang rumput yang diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana terdapat
di daerah yang curah hujannya rendah, seperti di Nusa Tenggara sehingga daerah
ini sangat sesuai untuk dijadikan daerah peternakan.
6. Steppa atau padang rumput,
banyak terdapat di daerah yang mengalami musim kemarau yang panjang dan curah
hujan rendah. Penyebaran steppa di Indonesia yaitu di daerah Kepulauan Nusa
Tenggara terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT).
7.
Hutan
pegunungan tinggi, pada umumnya adalah
jenis hutan yang tediri dari vegetasi berdaun jarum (conifer), sedangkan pada
daerah yang lebih tinggi jenis vegetasinya berupa pohon-pohon pendek yang
diselingi semak belukar. Pada pegunungan yang sangat tinggi dengan kondisi suhu
sangat rendah dan berkabut, jenis vegetasi yang dapat tumbuh hanyalah lumut. Daerah
penyebaran hutan pegunungan tinggi antara lain di pegunungan tinggi Jaya Wijaya
(Papua), Bukit Barisan (Sumatra), serta pegunungan tinggi di Jawa, Bali,
Kalimantan, dan Sulawesi.
F. Konservasi Flora dan Fauna
Akibat adanya bencana, seperti kebakaran
hutan dan gunung meletus, serta kebutuhan hidup manusia yang terus meningkat,
jumlah maupun jenis flora dan fauna semakin lama semakin berkurang, atau bahkan
punah sama sekali keberadaannya di alam.
Untuk menghindari kelangkaan dan kepunahan
jenis tumbuhan (flora) dan satwa (fauna) tertentu maka diperlukan berbagai
upaya pelestarian dari berbagai pihak, antara lain dengan dikeluarkannya
undang-undang dan berbagai peraturan tentang pelestarian tumbuhan dan satwa. Per
lindungan dan pelestarian tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7
Tahun 1999 tentang Perlindungan Satwa dan Tumbuhan, Surat Keputusan Menteri
Kehutanan No. 301/KptsII/1991 tentang Daftar Satwa yang Dilindungi di
Indonesia,SK Menteri PertanianNo. 82/Kpts-II/1992 tentang Penetapan Tambahan
Beberapa Jenis Satwa yang Dilindungi oleh Undang-undang, serta beberapa Surat
Keputusan (SK) pemerintah lainnya. Salah satu pasal yang berhubungan dengan
usaha perlindungan dan pelestarian satwa di Indonesia, tercantum dalam
Undang-undangNo. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan
Ekosistemnya. Dalam pasal 21 dinyatakan bahwa setiap orang dilarang menangkap,
membunuh, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam
keadaan hidup atau mati termasuk bagianbagian
tubuhnya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini merupakan kejahatan
dan dapat dikenakan hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal
Rp100.000.000.Selain usaha-usaha tersebut, usaha lain yang tidak kalah pentingnya
adalah dengan didirikannya bermacam-macam perlindungan alam seperti Taman -
Taman Laut.
Secara garis besar,
perlindungan alam diklasifikasikan menjadi dua, yaitu perlindungan alam umum dan
perlindungan alam dengan tujuan tertentu.
1 .
Perlindungan Alam Umum
Perlindungan alam umum adalah suatu bentuk
perlindungan terhadap suatu kesatuan
flora, fauna, dan lingkungannya. Perlindungan alam ini dibagi menjadi tiga
macam, yaitu sebagai berikut.
a.
National
Park atau Taman Nasional, merupakan keadaan alam yang menempati suatu
daerah yang luas dan tidak diperkenankan ada rumah tinggal maupun bangunan
industri. Tempat ini dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi atau taman wisata
tanpa mengubah ciri-ciri mendasar dari ekosistem. Misalnya, Taman Safari di
wilayah Cisarua Bogor dan Way Kambas di Lampung.Pada 1982 diadakan Kongres
Taman Nasional Sedunia di Bali (Worl d National Park Congress). Dalam kongres
tersebut pemerintah Indonesia mengumumkan 16 taman nasional yang terdapat di
Indonesia. Untuk lebih jelasnya mengenai taman nasional di Indonesia.
b.
Perlindungan Alam
Terbimbing, merupakan perlindungan keadaan alam yang dibina oleh para
ahli. Misalnya, Kebun Raya Bogor.
c. Perlindungan Alam Ketat, merupakan perlindungan terhadap
keadaan alam yang dibiarkan tanpa adanya campur tangan manusia, kecuali
dipandang perlu. Tujuannya untuk penelitian dan kepentingan ilmiah. Misalnya,
perlindungan badak bercula satu di Ujung Kulon.
2.
Perlindungan Alam dengan Tujuan Tertentu
Perlindungan
alam dengan tujuan tertentu adalah suatu bentuk perlindungan yang hanya
ditujukan pada aspek tertentu saja (khusus). Macam-macam perlindungan alam
dengan tujuan tertentu antara lain sebagai berikut:
a. Perlindungan Geologi,
merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi formasi geologi di
wilayah tertentu. Misalnya, formasi Karst Rajamandala (masih dalam wacana) yang
merupakan formasi batuan kapur di daerah Jawa Barat yang memiliki nilai-nilai
geografi, geologi, dan antropologi, serta nilai sejarah yang sangat tinggi
berkaitan dengan ditemukannya bentukan alam gua-gua dan fosil manusia Sunda
Purba di daerah tersebut.
b. Perlindungan Alam Botani,
merupakan perlindungan alam dengan tujuan untuk melindungi komunitas jenis tumbuhan
tertentu. Misalnya, Kebun Raya Bogor.
c. Perlindungan Alam Zoologi,
merupakan perlindungan alam yang bertujuan untuk melindungi dan
mengembangbiakkan hewan-hewan (fauna) langka.
d. Perlindungan Monumen Alam,
merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi benda-benda alam tertentu,
seperti stalaktit, stalagmit, gua, dan air terjun.
e. Perlindungan Alam Antropologi, merupakan perlindungan alam yang
bertujuan melindungi suku bangsa yang terisolir. Misalnya, Suku Asmat di Papua
dan Suku Badui di daerah Banten Selatan.
f. Perlindungan Hutan,
merupakan bentuk perlindungan yang bertujuan untuk melindungi dan melestarikan
tanah, air, dan udara.
g. Perlindungan Ikan,
merupakan perlindungan yang bertujuan untuk melindungi jenis ikan yang terancam
punah.
h. Perlindungan
Suaka Margasatwa, merupakan perlindungan dengan tujuan melindungi hewan-hewan
yang terancam punah, seperti badak, gajah, dan harimau Sumatra.
i. Perlindungan
Pemandangan Alam, merupakan perlindungan yang bertujuan untuk
melindungi keindahan alam. Misalnya, Ngarai Sianok di Sumatra Barat yang
menjadi salah satu potensi wisata dengan fenomena alamnya yang indah.
Untuk
menambah pemahaman Anda mengenai bentuk-bentuk konservasi jenis fauna yang
tersebar di Indonesia adanya suaka margasatwa dan cagar alam menjadi media dan
sarana bagi pelestarian serta perlindungan jenis flora dan fauna khas di
Indonesia. Melalui adanya upaya konservasi diharapkan keberadaan flora dan fauna
tersebut tetap terjaga dari ambang kepunahan sehingga kelestarian keaneka
ragaman hayati flora dan fauna Indonesia tetap terjaga pada masa yang akan
datang.
Terima kasih sudah membaca artikel geografi di atas tentang Biosfer,semoga membantu dalam pemahaman teman-teman sekalian. apabila pada artikel ini terdapat kesalahan baik dalam penulisan maupun pembahasan mohon kritik dan saranya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar