Rabu, 25 Mei 2016

Biosfer

BIOSFER

A.  Pengertian Biosfer

Istilah biosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata bio yang artinya hidup dan sphere artinya lapisan (bulatan). Jadi, secara sederhana biosfer dapat diartikan sebagai lapisan tempat makhluk hidup. Makhluk hidup (organisme) yang ada di permukaan bumi terdiri atas tiga golongan, yaitu tumbuhan (flora/vegetasi), hewan (fauna), dan manusia (antropo). Tempat atau bagian dari permukaan bumi yang dapat mendukung kelangsungan hidup organisme dinamakan biosfer. Biosfer di permukaan bumi meliputi lapisan udara (atmosfer) sampai ketinggian  8–10 m dpl, lapisan air (hidrosfer) sampai kedalaman sekitar 200 meter, maupun pada litosfer sampai kedalaman beberapa meter di bawah tanah organisme masih dapat ditemukan
 
    
B.   Persebaran Flora dan Fauna di Permukaan Bumi



Pada biosfer hidup berbagai jenis organisme,kehidupan organisme dipengaruhi oleh beberapa faktor.antara lain topografi,iklim,tanah,dan lingkungan. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa ada tumbuhan dan hewan disekitarnya. Selain itu,makhluk hidup memerlukan cahaya air,udara,tanah,dan kondisi iklim tertentu untuk keperluan hidupnya. Kumpulan benda mati (abiotik) dan organisme hidup (biotik) yang berada bersama-sama pada suatu tempat serta saling berinteraksi antara satu dan lainnya membentuk satu kesatuan yang disebut ekosistem.

Kumpulan individu sejenis yang hidup bersama dalam suatu kawasan disebut populasi.sedangkan kumpulan populasi dalam suatu wilayah disebut komunitas. Persebaran flora dan fauna dipermukaan bumi dipengaruhi beberapa faktor.antara lain iklim (klimatis): tanah,ketinggian tempat dan bentuk lahan,serta makhluk hidup lainnya.

 
1.     Pengertian Flora dan Fauna

                Flora adalah dunia tumbuhan yang terdapat dimuka bumi baik tumbuhan besar seperti pohon,semak belukar,dan rumput maupun mikroflora,seperti jamur. Fauna adalah dunia hewan  atau binatang yang hidup dimuka bumi, baik darat maupun laut.
a.       Jenis dan Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

            Persebaran flora di dunia dapat diketahui berdasarkan ekosistem. Ekosistem daratan utama dipermukaan secara horizontal (dari ekuator ke kutub) berdasarkan kondisi iklim dibedakan menjadi empat macam yaitu ekosistem tropika,ekosistem daerah sedang,ekosistem taiga,dan ekosistem tundra.


1)      Ekosistem tropika
            Ekosistem tropika memiliki tiga tipe, yaitu hutan hujan tropis,hutan musim,dan sabana tropika
a)      Hutan Hujan Tropis (Tropical Rain Forest)
            Suatu daerah yang terletak pada lintang 23,5° LU–23,5° LS. Jenis hutan ini dicirikan dengan pohon-pohon yang tinggi dan rapat serta  selalu hijau sepanjang tahun. Pada bagian bawahnya, tumbuh pohon-pohon yang lebih rendah dan di bagian paling bawah ditumbuhi semak, perdu, serta vegetasi penutup sehingga sinar matahari hampir tidak dapat menembus sampai ke permukaan tanah. Ciri lain dari hutan ini antara lain ditumbuhi beragam jenis epifit. Misalnya, cendawan, lumut, dan berbagai jenis anggrek, serta yang heterogen (lebih dari 300 spesies). Pohon-pohon di hutan ini tinggi dan berdaun lebar sehingga mengakibat kan terbentuknya kanopi (tajuk) yang menyebabkan dasar hutan menjadi lembap dan gelap. Contoh vegetasi di daerah hutan hujan tropis antara lain meranti dan damar.
            Wilayah penyebaran hutan hujan tropis meliputi wilayh Amerika Selata (Lembah Amazon), Semenanjung Amerika Tengah, Afrika bagian tengah, Maagaskar, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan daerah – daerah di Asia Tenggara lainnya.
b)      Hutan Musim di Daerah Iklim Tropis
Adalah hutan yang memiliki pola musim hujan dan kemarau yang jelas. Ciri khas dari hutan ini antara lain terdiri atas satu atau dua spesies pohon berkayu dengan ketinggian sekitar 25 meter. Pohon tersebut cenderung meng gugurkan daunnya pada musim kemarau, yaitu pada saat curah hujannya kurang dari 60 mm/tahun atau sama sekali tidak mendapatkan curah hujan.
Gugur atau rontoknya daun-daunan tumbuhan di hutan ini merupakan bentuk adaptasi fisiologis untuk mengurangi tingkat penguapan. Akibatnya, sinar matahari dapat mencapai bagian dasar dari hutan musim di daerah tropis ini sehingga di bagian dasar hutan ini tumbuh dengan subur dan lebat berbagai vegetasi semak belukar dan rumput-rumputan. Contoh dari vegetasi hutan musim di daerah tropis adalah jati.Wilayah penyebaran jenis hutan musim di daerah tropis, antara lain di sebagian wilayah Indonesia, Thailand, Kamboja, dan Myanmar.


c)   Sabana Tropika
 Sabana merupakan suatu wilayah vegetasi di daerah tropis atau subtropis yang terdiri atas pohon-pohon yang tumbuh dengan jarang dan diselingi oleh semak belukar serta rumput-rumputan. Jenis pohon yang terdapat di daerah sabana Australia terutama ekaliptus, sedangkan di daerah Kenya, Afrika terutama baobab (adansonia digitata) yang memiliki ciri antara lain daun dan cabang membentuk tajuk yang berbentuk seperti payung yang melebar, batangnya tebal, dan relatif kasar. Vegetasi yang tumbuh dengan jarang disebabkan oleh kondisi bulan kering yang lebih lama jika dibandingkan bulan basah dan rendahnya curah hujan di daerah tersebut. Wilayah penyebaran sabana terutama di Australia, Afrika Timur, Brazilia, dan Indonesia terutama di Kepulauan Nusa Tenggara.
2)  Ekosistem Daerah Iklim Sedang

Ekosistem ini terdiri atas beberapa tipe, yaitu semak belukar berduri,gurun pasir,padang rumput,hutan hujan daerah sedang, dan hutan gugur daun.


a)      Semak Belukar Berduri
Ekosistem semak belukar berduri ditandai dengan vegetasi berduri sejenis Xerophyt. Vegetasi ini berdaun kecil untuk mengurangi transpirasi.


b)      Gurun (Desert)
Ekosistem gurun pasir tedapat di wilayah yang curah hujannya lebih sedikit daripada evaporasi. Pada umumnya, ekosistem ini terletak pada ketinggian 200-300 m,bik di lintang utara maupun lintang selatan.
c)      Padang Rumput
Vegetasi padang rumput di dominasi oleh rumput-rumputan. Di Amerika Utara padang rumput ini disebut prairi.di Asia disebut steppe, di Amerik Selatan dinamakan pampas, dan di Afrika Selatan dinamakan veldt.
d)      Hutan Hujan Daerah Sedang
Hutan ini tampak selalu hijau dengan pohon-pohonya tidak begitu tinggi, daunya lebih keras dan kaku,serta tidak begitu rimbun. Vegetasi yang tumbuh, antara lain agathis dan konifera. Persebarannya antara lain di bagian selatan Amerika Serikat, Jepang Selatan,dan Korea yang berdekatan, daratan Cina,bagian selatan Afrika,Selandia Baru,serta Australia.
e)      Hutan Gugur Daun
Hutan gugur daun terletak di daerah beriklim kontinental yang cukup hujan. Sebagian besar vegetasi menggugurkan daunnya pada akhir musim panas.
3)      Ekosistem Taiga
Taiga merupakan wilayah yang sangat minim akan jenis tumbuhan. Dalam ribuan hektar mungkin hanya terdiri atas dua atau tiga jenis saja, antara lain pinus merkusi dan cemara. Persebaranya antara lain Eropa-Asia dn Amerik Utara.

4)   Ekosistem Tundra
            Ekosistem tundra berada di wilayah arktik yang dingin dan kering, vegetasi utama yaitu lumut yang tumbuh dimusim panas


C. Jenis Fauna di Dunia dan Persebarannya


Fauna atau hewan yang ada di permukaan bumi penyebarannya di pengaruhi oleh keadaan lingkungan hidup yang sesuai untuk tempat hidupnya. Jika suatu kelompok fauna sudah tidak sesuai lagi untuk menempati suatu daerah tertentu, kelompok fauna tersebut akan  melaku  kan migrasi atau perpindahan ke daerah lain.
Secara garis besar, daerah persebaran fauna di dunia dapat diklasifikasikan menjadi delapan wilayah persebaran, yaitu sebagai berikut:

a.       Fauna Paleartik
Daerah persebarannya meliputi wilayah Siberia, Rusia, sebagian besar Benua Eropa, daerah sekitar Laut Mediterania sampai Afrika bagian utara, Cina, dan Asia bagian timur laut termasuk Jepang. Jenis fauna yang termasuk wilayah Paleartik antara lain berbagai spesies anjing, termasuk srigala, tikus, kelinci, beruang kutub, panda, dan rusa kutub.
b.       Fauna Neartik
Daerah persebarannya meliputi Amerika Utara sampai dengan Meksiko. Jenis faunanya antara lain antelop bertanduk cabang, tikus ber kantung, kalkun, berbagai jenis spesies burung, anjing, kelinci, ular, kura-kura, dan tupai.
c.     Fauna Neotropik
Daerah persebarannya meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko bagian selatan, dan India bagian barat. Jenis Fauna Neotropik antara lain armadillo, piranha, belut listrik, ilama (unta Amerika Selatan), buaya, kadal, kura-kura, dan berbagai jenis spesies kera. Fauna di wilayah Neotropik sebagian besar terdiri atas vertebrata (bertulang belakang) sehingga daerah ini seringkali disebut wilayah vertebrata.

d.      Fauna Ethiopia
Daerah persebarannya meliputi sebagian besar Afrika, Jazirah Arab bagian selatan, dan Madagaskar. Jenis Fauna Ethiopia antara lain kuda nil (yang terdapat hanya di Sungai Nil, Afrika), gorila, simpanse, unta, trenggiling, lemur, zebra, cheetah, singa, dan zarafah.

e.       Fauna Oriental
Daerah persebarannya meliputi Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Jenis Fauna Oriental antara lain gajah, badak, orangutan, gibbon, harimau, rusa, banteng, berbagai jenis unggas, ikan, reptil, dan serangga. 

f.       Fauna Australia
Daerah persebarannya meliputi Papua, Kepulauan Aru, Australia, dan Tasmania. Jenis faunanya antara lain kanguru, platypus (cocor bebek), kuskus, koala, wallaby, cendrawasih, kasuari, ular piton, buaya, kadal, kakatua, dan merpati. 



  D.  Persebaran Flora di Indonesia
 
a.     Flora Indonesia
Indonesia merupakan suatu negara berbentuk kepulauan yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Kondisi wilayah yang berbentuk pulau-pulau dan dikelilingi oleh laut mengakibatkan keadaan flora di Indonesia menjadi sangat beragam. Keadaan flora di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua subregion, yaitu subregion Indonesia-Malaysia di wilayah Indonesia Barat dan subregion Australia di wilayah Indonesia Timur. Secara garis besar, flora Indonesia terdiri atas empat kawasan flora, yaitu Flora Sumatra-Kalimantan, Flora JawaBali,Flora Kepulauan Wallacea, dan FloraIrian Jaya(Papua).Jenis-jenis vegetasi yang tersebar di empat kawasan flora tersebut terdiri atas vegetasi hutan hujan tropis, hutan musim, hutan pe gunungan, sabana tropis, dan hutan pinggiran atau hutan bakau (mangrove).
b.     Flora Sumatra–Kalimantan
Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan wilayah iklim hutan hujan tropis atau tipe Af berdasarkan klasifikasi Iklim Koppen. Iklim di wilayah ini dicirikan dengan adanya tingkat kelembapan udara dan curah hujan yang selalu tinggi sepanjang tahun. Oleh karena itu, tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini ialah hutan hujan tropis, yaitu tipe hutan lebat dengan jenis tumbuhan yang sangat heterogen. Pohon – pohonnyatinggi dan sangat rapat, di bawahnya ditumbuhi berbagai jenistumbuhan yang lebih rendahdan tanahnya ditumbuhi perdudanrumput-rumputan sebagai penutup. Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra-Kalimantan adalah tumbuhan meranti (dipterocarpus), berbagai jenis epifit, seperti anggrek, berbagai jenis lumut, cendawan (jamur), dan paku-pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka, seperti Raesia arnoldi yang penyebarannya hanya di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dari mulai Nanggroe Aceh Darussalam sampai Lampung. Raflesia arnoldi adalah flora yang tersebar di pulau Sumatra – Kalimantan.
c.       Flora Jawa–Bali
Kondisi iklim kawasan Pulau Jawa sangat bervariasi dengan tingkat curah hujan dan kelembapan udara semakin berkurang ke arah timudan Iklim Musim Tropis (Am). Semakin ke timur, tipe iklim bergeser ke arah tipe iklim yang lebih rendah curah hujannya. Akhirnya ditemui beberapa wilayah Iklim Sabana Tropik (Aw) di Pulau Bali. Keadaan ini membawa pengaruh terhadap pola vegetasi alam yang ada.Kawasan hutan hujan tropis di wilayah ini sebagian besar terdapat di Jawa Barat, seperti di Gede-Pangrango, Cibodas, dan Pananjung. Adapun wilayah utara Pulau Jawa yang memanjang mulai dari Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur merupakan kawasan hutan musim tropis yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Jenis flora khas hutan musim tropis antara lain pohon jati.  Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa bagian timur dan Pulau Bali adalah vegetasi sabana tropis. Wilayah-wilayah pegunungan yang cukup tinggi di Pulau Jawa maupun di Pulau Bali banyak ditutupi oleh vegetasi hutan pegunungan tinggi.
d.       Flora Kepulauan Wallacea
Wilayah Kepulauan Wallacea adalah pulau-pulau di wilayah Indonesia bagian tengah yang terdiri atas Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku. Wilayah-wilayah ini memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembapan udara yang lebih rendah di bandingkan dengan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Ekaliptus merupakan flora khas dari Papua (Irian Jaya).
Corak vegetasi yang terdapat di Kepulauan Wallacea meliputi:
1)      vegetasi sabana tropis di wilayah Nusa Tenggara;
2)      vegetasi hutan pegunungan di wilayah pegunungan yang terletak  di Pulau Sulawesi;
3)      vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku, yang terdiri atas berbagai  jenis rempah-rempah (pala, cengkih, kayu manis), kenari, kayu eboni, dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini.
e.       Flora Papua (Irian Jaya)
Kondisi iklim Papua (Irian Jaya) sebagian besar merupakan tipe hutan hujan tropis atau Af sehingga jenis vegetasi yang menutupi kawasan tersebut adalah hutan hujan tropis. Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi di wilayah ini memiliki corak hutan hujan tropis tipe Australia Utara, dengan jenis flora yang khas yaitu ekaliptus. Wilayah pegunungan Jaya Wijaya ditumbuhi jenis vegetasi pegunungan tinggi, sedangkan di daerah pantai banyak dijumpai vegetasi hutan bakau (mangrove)



E.  Hutan di Indonesia
 
      Jenis hutan dibedakan menurut fungsinya,jenis pohonnnya,dan cra terjadinya.
a.       Menurut Fungsinya
Menurut fungsinya,hutan dibedakan menjadi empat jenis,yaitu hutan lindung,hutan suaka alam,hutan produksi,dan hutan wisata dan air.
1)      Hutan lindung berfungsi untuk melindungi keletarian tanah dan air. Jika hutan lindung ditebang,tanah ditempat itu mudah tererosi dan air hujan yang meresap kedalam tanah sangat sedikit. Akibatnya, mata air akan kering dan permukaan air tanah menjadi lebih dalam.
2)      Hutan suaka alam berfungsi untuk melindungi jenis tumbuhan dan ekosistem tertentu (disebut cagar alam) dan hewan tertentu (disebut suaka margasatwa)
3)      Hutan produksi berfungsi untuk diambil hasilnya
4)      Hutan wisata bermanfaat untuk tempat rekreasi
b.      Menurut Jenis pohonnya
Menurut jenis pohonnnya,hutan dibedakan dibedakan menjadi dua yaitu hutan homogen dan hutan heterogen.
1)      Hutan homogen adalah hutan yang memiliki tanaman sejenis misalnya hutan jati,hutan cemara,dan hutan pinus.
2)      Hutan heterogen adalah hutan yang jenis tanamannya bervariasi
c.       Menurut Cara Terjadinya
Menurut cara terjadinya,hutan dibedakan menjadi dua jenis,yaitu hutan alami dan hutan buatan.
1)      Hutan alami adalah hutan yang terjadi secara alami
2)      Hutan buatan adalah hutan yang di buat oleh manusia


 
1.     Hutan Mangrove, terletak di daerah pantai landai dan berlumpur yang berada dalamjangkauan pasang surut air laut. Vegetasi hutan mangrove terdiri atas jenis vegetasi homogen, serta memiliki akar penyangga dan napas yang terletak di atas permukaan  laut (abrasi) dan untuk perkembangbiakan ikan, antara lain bandeng dan berbagai jenis udang. Hutan bakau (mangrove) tersebar di Pantai Papua, Sumatra bagian timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan pantai utara Pulau Jawa.
2.     Hutan Rawa, terletak lebih jauh ke daratan daripada hutan Bakau. Hutan ini banyak terdapat di Sumatra bagian timur, Kalimantan Barat,Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jawa bagian utara.
3.      Hutan musim, terdapat di daerah ang panas, serta memiliki Perbedaan musim hujan dan kemarau yang jelas.Jenis pohonnya, seperti jati, kapuk dan angsana. Hutan ini terdapat  di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.
4.       Hutan hujan tropis, jenis huta ini terdiri atas pohon – pohon yang tinggi dengan kerapatan daun daun yang sangat rapat membentuk kanopi lebaryang selalu hijau sepanjang tahun, dan terdiri atas berbagai jenis vegetasi yang sangat heterogen. Di dalamnya tumbuh jenis tanaman epifit, seperti anggrek dan cendawan, serta tumbuhan merambat, seperti rotan dan liana. Jenis hutan hujan tropis di Indonesia terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, sebagian Jawa Barat, dan Papua.
5.      Sabana (Savana), yaitu padang rumput yang diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana terdapat di daerah yang curah hujannya rendah, seperti di Nusa Tenggara sehingga daerah ini sangat sesuai untuk dijadikan daerah peternakan.
6.    Steppa atau padang rumput, banyak terdapat di daerah yang mengalami musim kemarau yang panjang dan curah hujan rendah. Penyebaran steppa di Indonesia yaitu di daerah Kepulauan Nusa Tenggara terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT). 
7.  Hutan pegunungan tinggi, pada umumnya adalah jenis hutan yang tediri dari vegetasi berdaun jarum (conifer), sedangkan pada daerah yang lebih tinggi jenis vegetasinya berupa pohon-pohon pendek yang diselingi semak belukar. Pada pegunungan yang sangat tinggi dengan kondisi suhu sangat rendah dan berkabut, jenis vegetasi yang dapat tumbuh hanyalah lumut. Daerah penyebaran hutan pegunungan tinggi antara lain di pegunungan tinggi Jaya Wijaya (Papua), Bukit Barisan (Sumatra), serta pegunungan tinggi di Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

  F.   Konservasi Flora dan Fauna
Akibat adanya bencana, seperti kebakaran hutan dan gunung meletus, serta kebutuhan hidup manusia yang terus meningkat, jumlah maupun jenis flora dan fauna semakin lama semakin berkurang, atau bahkan punah sama sekali keberadaannya di alam.
Untuk menghindari kelangkaan dan kepunahan jenis tumbuhan (flora) dan satwa (fauna) tertentu maka diperlukan berbagai upaya pelestarian dari berbagai pihak, antara lain dengan dikeluarkannya undang-undang dan berbagai peraturan tentang pelestarian tumbuhan dan satwa. Per lindungan dan pelestarian tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Perlindungan Satwa dan Tumbuhan, Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 301/KptsII/1991 tentang Daftar Satwa yang Dilindungi di Indonesia,SK Menteri PertanianNo. 82/Kpts-II/1992 tentang Penetapan Tambahan Beberapa Jenis Satwa yang Dilindungi oleh Undang-undang, serta beberapa Surat Keputusan (SK) pemerintah lainnya. Salah satu pasal yang berhubungan dengan usaha perlindungan dan pelestarian satwa di Indonesia, tercantum dalam Undang-undangNo. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dalam pasal 21 dinyatakan bahwa setiap orang dilarang menangkap, membunuh, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati termasuk bagianbagian
tubuhnya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini merupakan kejahatan dan dapat dikenakan hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp100.000.000.Selain usaha-usaha tersebut, usaha lain yang tidak kalah pentingnya adalah dengan didirikannya bermacam-macam perlindungan alam seperti Taman - Taman Laut.
Secara garis besar, perlindungan alam diklasifikasikan menjadi dua, yaitu perlindungan alam umum dan perlindungan alam dengan tujuan tertentu.

1 . Perlindungan Alam Umum
Perlindungan alam umum adalah suatu bentuk perlindungan  terhadap suatu kesatuan flora, fauna, dan lingkungannya. Perlindungan alam ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

a.       National Park atau Taman Nasional, merupakan keadaan alam yang menempati suatu daerah yang luas dan tidak diperkenankan ada rumah tinggal maupun bangunan industri. Tempat ini dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi atau taman wisata tanpa mengubah ciri-ciri mendasar dari ekosistem. Misalnya, Taman Safari di wilayah Cisarua Bogor dan Way Kambas di Lampung.Pada 1982 diadakan Kongres Taman Nasional Sedunia di Bali (Worl d National Park Congress). Dalam kongres tersebut pemerintah Indonesia mengumumkan 16 taman nasional yang terdapat di Indonesia. Untuk lebih jelasnya mengenai taman nasional di Indonesia.

b. Perlindungan Alam Terbimbing, merupakan perlindungan keadaan alam yang dibina oleh para ahli. Misalnya, Kebun Raya Bogor.


c.   Perlindungan Alam Ketat, merupakan perlindungan terhadap keadaan alam yang dibiarkan tanpa adanya campur tangan manusia, kecuali dipandang perlu. Tujuannya untuk penelitian dan kepentingan ilmiah. Misalnya, perlindungan badak bercula satu di Ujung Kulon.

2. Perlindungan Alam dengan Tujuan Tertentu          
Perlindungan alam dengan tujuan tertentu adalah suatu bentuk perlindungan yang hanya ditujukan pada aspek tertentu saja (khusus). Macam-macam perlindungan alam dengan tujuan tertentu antara lain sebagai berikut:

a.       Perlindungan Geologi, merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi formasi geologi di wilayah tertentu. Misalnya, formasi Karst Rajamandala (masih dalam wacana) yang merupakan formasi batuan kapur di daerah Jawa Barat yang memiliki nilai-nilai geografi, geologi, dan antropologi, serta nilai sejarah yang sangat tinggi berkaitan dengan ditemukannya bentukan alam gua-gua dan fosil manusia Sunda Purba di daerah tersebut.

b.      Perlindungan Alam Botani, merupakan perlindungan alam dengan tujuan untuk melindungi komunitas jenis tumbuhan tertentu. Misalnya, Kebun Raya Bogor.

c.       Perlindungan Alam Zoologi, merupakan perlindungan alam yang bertujuan untuk melindungi dan mengembangbiakkan hewan-hewan (fauna) langka.

d.    Perlindungan Monumen Alam, merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi benda-benda alam tertentu, seperti stalaktit, stalagmit, gua, dan air terjun.

e.     Perlindungan Alam Antropologi, merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi suku bangsa yang terisolir. Misalnya, Suku Asmat di Papua dan Suku Badui di daerah Banten Selatan.

f.       Perlindungan Hutan, merupakan bentuk perlindungan yang bertujuan untuk melindungi dan melestarikan tanah, air, dan udara.

g.     Perlindungan Ikan, merupakan perlindungan yang bertujuan untuk melindungi jenis ikan yang terancam punah.

h.      Perlindungan Suaka Margasatwa, merupakan perlindungan dengan tujuan melindungi hewan-hewan yang terancam punah, seperti badak, gajah, dan harimau Sumatra.

i.      Perlindungan Pemandangan Alam, merupakan perlindungan yang bertujuan untuk melindungi keindahan alam. Misalnya, Ngarai Sianok di Sumatra Barat yang menjadi salah satu potensi wisata dengan fenomena alamnya yang indah.

Untuk menambah pemahaman Anda mengenai bentuk-bentuk konservasi jenis fauna yang tersebar di Indonesia adanya suaka margasatwa dan cagar alam menjadi media dan sarana bagi pelestarian serta perlindungan jenis flora dan fauna khas di Indonesia. Melalui adanya upaya konservasi diharapkan keberadaan flora dan fauna tersebut tetap terjaga dari ambang kepunahan sehingga kelestarian keaneka ragaman hayati flora dan fauna Indonesia tetap terjaga pada masa yang akan datang.




      Terima kasih sudah membaca artikel geografi di atas tentang Biosfer,semoga membantu  dalam pemahaman teman-teman sekalian. apabila pada artikel ini  terdapat kesalahan baik dalam penulisan  maupun pembahasan mohon kritik dan saranya